Kenali Apa itu Jejak Digital, Jenis, dan Dampak Negatifnya

2026-07-30T00:00:00.000000Z
Bagikan:
Kenali Apa itu Jejak Digital, Jenis, dan Dampak Negatifnya

Apa itu Jejak Digital

Jejak digital adalah data atau rekam jejak aktivitas pengguna saat menggunakan internet. segala informasi yang kamu tinggalkan setelah beraktivitas di internet. Bentuknya dapat berupa postingan di sosial media, riwayat belanja online, ulasan online yang kamu berikan, dan masih banyak lainnya. Kamu juga perlu tahu jika jejak digital di internet tidak dapat dihapus.

Jenis Jejak Digital 

Ada dua jenis jejak digital yang bisa kamu pahami, yaitu jejak digital aktif dan jejak digital pasif.

  1. Jejak Digital Aktif 

Jejak digital aktif adalah jejak digital yang dibagikan secara sadar oleh pemiliknya misalnya kamu mengunggah postingan di sosial media kemudian berinteraksi dengan akun sosial media seperti berbalas komentar atau melalui chat personal.

Selain di media sosial, aktivitas lain yang bisa menghasilkan jejak digital aktif yaitu mengisi formulir online, membuat ulasan online, dan menyutujui penggunaan cookie saat menggunakan browser.

  1.  Jejak Digital Pasif

Jejak digital pasif adalah jejak digital yang dikumpulkan tanpa disadari pengguna ketika berselancar di internet. Contohnya, ketika kamu mengunjungi suatu website yang tanpa kamu sadari mengumpulkan informasi pengunjung seperti IP address dan aktivitas kamu yang dimanfaatkan untuk penggunaan ads atau iklan digital di internet.

Dampak Negatif Jejak Digital 

Berikut beberapa dampak negatif jejak digital yang bisa kamu pahami. 

  1. Pencurian informasi dan data pribadi

Jika kamu sering menyebar data atau informasi pribadimu seperti alamat rumah, nomor telepon, nomor rekening, nomor ktp, dan informasi pribadi lainnya di internet, kemungkinan pencurian data pribadimu akan lebih besar.  

Pelaku kejahatan akan lebih mudah mendapatkan data-data pribadimu dengan menelusuri akun media sosial atau dengan cara lainnya karena data pribadimu telah tersebar luas di internet. Jadi, kamu harus lebih hati-hati dalam menyebarkan data atau informasi pribadi di internet ya!

  1. Merusak Reputasi 

Jejak digital dari masa lalu seperti komentar, foto, atau video memalukan dapat merusak reputasi seseorang atau institusi di persepsi keluarga, teman, rekan kerja, atau masyarakat. Mesikupun, konten yang dipublikasikan tidak mencerminkan kondisi yang sebenernya saat ini.  

  1. Dapat dimanipulasi untuk tindak kejahatan

Jika kamu memiliki akun media sosial, berhati-hatilah dalam mengunggah konten visual, terutama foto-foto pribadi karena dapat diedit dan dimanipulasi untuk tindak kejahatan seperti penipuan menggunakan akun palsu misalnya.  

Penggunaan akun palsu saat ini juga marak dilakukan, salah satu modus yang sering dilakukan dengan meminta sejumlah uang kepada relasi atau pengikut dari akun tersebut. Selain akun palsu personal, modus kejahatan menggunakan akun palsu yang mengatasnamakan institusi saat ini juga banyak dilakukan.

Kamu perlu berhati-hati jika ada akun palsu yang mengatasnamakan Bank MAS lalu menjanjikan hadiah dan meminta sejumlah uang kepadamu. Bank MAS selalu memberikan informasi resmi berupa promo dan informasi layanan lainnya melalui akun media sosial resmi Bank MAS di Instagram, Facebook, dan Twitter yang telah terverifikasi dengan tanda centang biru.

 Tips Mengelola Jejak Digital  

Berikut beberapa cara yang bisa kamu gunakan dalam mengelola jejak digital:  

  1. Kontrol Privasi 

Di beberapa media sosial dan platfom terdapat fitur privasi, kamu bisa memanfaatkan pengaturan privasi pada setiap platfrom tersebut untuk membatasi siapa saja yang dapat melihat informasi pribadi milikmu.  

  1. Berhati-hati sebelum mengunggah konten 

Kamu perlu berhati-hati sebelum menunggah konten apapun baik itu komentar, foto, atau video ke platform internet manapun. Utamakan selalu berpikir hati-hati sebelum menunggah konten apapun dan pertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap konten yang kamu bagikan secara publik.  

  1. Monitor Jejak Digital 

Kamu juga perlu rutin memeriksa jejak digital dengan melakukan pencarian namamu di mesin pencari dan mengelola informasi yang muncul. 

  1. Bangun Jejak Digital yang Positif  

Kamu bisa mulai membangun jejak digital yang positif dengan memanfaatkan platform media sosial atau platform profesional dengan membuat konten-konten yang positif dan relevan yang dapat membantu membangun reputasimu. 

  

Sumber:

Instagram Kominfo  

instiki.ac.id  

merdeka.com  

cnbcindonesia.com  

cnnindonesia.com

kumparan.com  

idntimes.com